Lawang Sewu: Seribu Pintu seribu Misteri

wisata sejarah lawang sewu

Lawang Sewu: Seribu Pintu seribu Misteri

Bangunan bersejarah ini lekat ikon kota Semarang. Arsitekturnya megah dan indah. Seribu cerita mistis yang beredar tentangnya justru membuat lawang Sewu menjadi objek wisata yang wajib dikunjungi di Semarang.

Lawang Sewu dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai Seribu Pintu. Julukan ini diberikan kepada bangunan bekas kantor kereta api zaman Belanda, karena bangunan ini memiliki banyak pintu dan jendela berukuran besar. Walaupun jumlah pintu dan jendelanya tak sampai seribu, orang menjuluki gedung itu sebagai Lawang Sewu karena jumlah pintu dan jendelanya yang sangat banyak itu.

Pada saat memasuki wisata indonesia Lawang Sewu, Anda akan disambut oleh kaca patri sangat besar yang didatangkan langsung dari Belanda. Kaca patri tersebut menggambarkan tentang lambang Kerajaan Belanda, lambang NIS dan orang Belanda, pintu dan jendela tersebutlah yang membuat Lawang Sewu terlihat indah. Bangunan yang berdiri sejak tahun 1907 ini memiliki dua menara, serta empat lantai yang terdiri dari: satu ruang bawah tanah, dua lantai utama, dan satu ruang loteng. Tidak seperti menara biasa, kedua menara di Lawang Sewu yang berada di area depan bangunan, rupanya berfungsi sebagai tempat penampungan air. Setiap menara bisa menampung hingga 5.000 liter air untuk kebutuhan sehari -hari. Air tersebut, sebagian dialirkan ke ruangan bawah tanah untuk mendinginkan ruangan di lantai satu. lni merupakan sebuah teknologi sederhana nan unik. Aliran air ke area bawah tanah ini dapat membuat bagian dalam bangunan menjadi sejuk meski cuaca panas menyengat.

Seluruh struktur bangunan, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda. Ratusan pintu dan jendela besar, taman, dan setiap sudut bangunan sangat unik dan memberi kesan abadi. Bangunan ini seolah membuat kita berada di masa lalu.

Lawang Sewu

Dari Kantor Kereta Api Hingga Penjara

Menurut kembali sejarahnya, Lawang Sewu didirikan sebagai wujud kebutuhan perusahaan perkeretaapian Belanda (Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS)) akan bangunan perkantoran baru. Sebelumnya, sejalan dengan pertumbuhan jaringan perkeretaapian dan perkembangan bisnis NIS di Indonesia, kantor pusat NIS di Stasiun Semarang dirasa tidak memadai lagi.

Sebagai solusi sementara, NIS menyewa beberapa bangunan milik pribadi sebagai jalan keluar sementara. Namun hal tersebut dirasa tidak efesien. Terlebih keberadaan stasiun Samarang NIS yang dikawasan rawa-rawa, hingga alasan sanitasi dan kesehatan lingkungan yang buruk. Akhirnya NIS memutuskan untuk membangun kantor administrasi di lokasi baru. Lokasi baru itu berada dipinggir kota, berdekatan dengan kediaman Residen. Lokasi bangunan perkantoran baru NIS (Sekarang Lawang Sewu) berada di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), disudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal).

NIS mempercayakan rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang kepada arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J Ouendag. Seluruh proses perancangan dilakukan di Belanda. Setelah gambar selesai dibuat, barulah dibawa ke Semarang untuk selanjutnya dialihwujudkan menjadi sebuah bangunan.

Melihat cetak biru gedung Lawang Sewu, disana tertulis bahwa site plan dan denah bangunan digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditanda tangani di Amsterdam tahun 1903. Pembangunan gedung ini sendiri dimulai pada tahun 1904 dan dirampungkan pada tahun 1907.

Pada masa pendudukan Jepang, Lawang Sewu digunakan sebagai bentengpertahanan dan ruang bawah tanahnya dijadikan penjara. Hal ini yang konon menjadi penyebab keangkeran bangunan ini.

Pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Lawang Sewu pernah menjadi saksi bisu Pertempuran Lima Hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s