Tekuk Palermo, Juventus Kunci Scudetto

AFP/ OLIVIER MORIN Pemain Juventus, Arturo Vidal (kanan),seusai mencetak gol ke gawang Palermo pada lanjutan Serie-A di Stadion Juventus, Minggu (5/5/2013). Juventus menang 1-0 pada laga tersebut dan sukses mengunci gelar juara Serie-A musim ini.

TURIN, KOMPAS.com — Juventus sukses mempertahankan gelar juara Serie-A seusai menaklukkan Palermo 1-0 pada lanjutan Serie-A di Stadion Juventus, Minggu (5/5/2013). Gol semata wayang kemenangan Juventus dicetak Arturo Vidal pada paruh kedua.

Berkat raihan tiga angka ini, Juventus kokoh di puncak klasemen sementara Serie-A dengan poin 83 dari total 35 pertandingan, unggul 14 angka dari Napoli di posisi kedua dengan total 34 laga. Juventus dipastikan juara karena poin 83 tidak akan terjangkau lagi oleh Napoli yang jika menang di empat laga sisa hanya memperoleh poin 80.

Ini menjadi scudetto kedua Juventus secara berturut-turut. Juve terakhir kali juara beruntun pada musim 2004-2005 dan 2005-2006. Namun, kedua gelar itu dicopot dan Juventus diturunkan ke Serie-B karena terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan yang mencoreng Serie A. Continue reading

Advertisements

Del Piero: Begini Rasanya Lihat Juventus Juara

SYDNEY, KOMPAS.com — Juventus memastikan diri menjuarai Serie-A 2012-2013 setelah menang 1-0 atas Palermo di Juventus Stadium, Minggu (5/5/2013). Ini adalah scudetto kedua Juventus dalam dua musim terakhir.

Berbeda dari musim lalu, Juventus memenangi Serie-A 2012-2013 tanpa Alessandro Del Piero. Del Piero dilepas Juventus pada Juli 2012 dan pada September 2012 bergabung dengan Sydney FC dengan kontrak hingga Juni 2014.

Del Piero pun mengungkapkan perasaan dan kesannya akan keberhasilan Juventus mempertahankan scudetto melalui situs pribadinya.

Berikut ini adalah surat Del Piero.

Sejak meninggalkan Juventus, aku tak pernah berpikir bagaimana rasanya melihat tim ini menang tanpa diriku. Continue reading

Tak Ada Jenderal yang Hebat Tanpa Prajurit yang Hebat

thumbnail
AFP/Giuseppe Cacace
Di sepenggal waktu di bulan Desember tahun lalu, dalam nuansa Natal yang ceria di Italia, Antonio Conte bertutur: “Ho dei calciatori speciali che fanno cose straordinarie: avendo loro non ho paura di niente, ed e giusto coltivare il sogno e ottenere sempre il massimo”. (“Aku punya sejumlah pemain spesial yang melakukan banyak hal luar biasa. Dengan mereka kami tak takut pada siapapun, menghargai mimpi dengan tepat, dan Anda selalu memperoleh maksimal.”)Sukses Conte merengkuh gelar Scudetto bersama pasukan “Nyonya Tua” dalam dua musim beruntun sangat mengesankan. Itu pencapaian luar biasa; gelar juara yang datang sebagai jawaban tepat atas keterpurukan Juventus di musim-musim sebelumnya; kesempurnaan hasil bagi kemauan mengubah bentuk dan level tim; serta meniupkan angin perubahan dalam lingkup lebih luas: sepakbola Italia.Mantan kapten Bianconeri itu memiliki darah ‘Putih Hitam’ yang kental. Ketersiksaan yang dialaminya saat jauh dari pinggir lapangan semasa menjadi terhukum akibat tuduhan keterlibatannya dalam skandal Calcioscomesse. Tidur malamnya tidak pernah nyaman, justru di saat seluruh elemen Juve bergembira terus memimpin di Serie A dan sedang menikmati kemegahan Eropa di bawah kendali para asistennya. Continue reading